PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Sebuah video berdurasi 1 menit 15 detik yang memperlihatkan aksi kekerasan seorang pelajar SMP terhadap teman sebayanya di Palangka Raya viral di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan aksi penganiayaan yang sadis, di mana pelaku beberapa kali melayangkan pukulan, tendangan, dan bahkan menyeret korban. Kejadian ini terjadi di rumah korban, bukan di lingkungan sekolah.

Meskipun pihak sekolah, SMP Islam Terpadu Hasanka Boarding School Palangka Raya, telah melakukan mediasi dan mencapai kesepakatan damai antara orang tua pelaku dan korban, kasus ini tetap menuai kecaman.

Sekolah memberikan sanksi berupa pemecatan kepada pelaku, namun korban dilaporkan mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

Diduga, pemukulan tersebut dilatarbelakangi oleh masalah pertandingan futsal di sekolah. Pelaku, yang merasa tidak terima, mengajak dua temannya untuk menyerang korban di rumahnya.

Aksi penganiayaan ini disaksikan dan direkam oleh dua teman pelaku. Keempat siswa yang terlibat dalam peristiwa ini terdiri dari korban (kelas 8), dua pelaku (kelas 8), dan satu pelaku (kelas 9).

Kepala Sekolah Ratna Rahajeng membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa sekolah telah mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.

Sementara itu, guru Fahrizal Haikal menjelaskan bahwa dua teman pelaku yang merekam dan menyaksikan aksi penganiayaan tersebut juga berpotensi mendapatkan sanksi serupa.

Pihak sekolah telah melakukan mediasi sebelum video tersebut viral. Namun, orang tua korban telah melaporkan kasus ini ke Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah.

Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, membenarkan adanya laporan resmi tersebut dan menyatakan bahwa kasus ini sedang dalam tahap penyelidikan.

Polda Kalteng menegaskan akan menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

"Polisi akan memeriksa semua pihak yang terlibat untuk mengungkap seluruh fakta dan memberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya. (PATHUR/R)