PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sektor Perusahaan Pembiayaan di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami penurunan jumlah piutang per Desember 2024.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengungkapkan bahwa jumlah piutang menurun sebesar Rp0,22 miliar atau 2,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan perubahan dari Rp8,34 triliun menjadi Rp8,12 triliun.

Primandanu menambahkan bahwa penurunan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh sektor pembiayaan di wilayah tersebut. Namun, ia juga menyebutkan bahwa tingkat Non-Performing Financing atau NPF tetap terjaga dengan baik, yaitu sebesar 1,79 persen.

“Meskipun terjadi penurunan jumlah piutang, tingkat NPF yang relatif stabil menunjukkan ketahanan sektor ini dalam menghadapi tekanan ekonomi,” kata Primandanu pada Rabu, 5 Maret 2025.

OJK terus mengawasi perkembangan sektor pembiayaan untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan yang sehat.

Menurutnya, berbagai langkah strategis telah diambil oleh OJK untuk mendukung sektor ini, termasuk penguatan pengawasan dan peningkatan literasi keuangan masyarakat.

“Kami berupaya agar sektor pembiayaan tetap dapat memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah,” tambahnya.

Primandanu juga mengajak para pelaku usaha di sektor pembiayaan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan. Ia percaya bahwa dengan kolaborasi antara OJK, lembaga keuangan, dan masyarakat, sektor pembiayaan di Kalteng dapat menghadapi berbagai tantangan dengan lebih baik.

“Inovasi dan peningkatan layanan adalah kunci untuk menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah,” tuturnya.

OJK Kalteng berkomitmen untuk terus memantau perkembangan sektor pembiayaan serta memberikan dukungan yang diperlukan. Primandanu menyatakan bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan stabilitas dan keberlanjutan sektor ini.

“Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik demi kemajuan sektor pembiayaan di Kalimantan Tengah,” jelasnya.

Secara keseluruhan, meskipun terjadi penurunan jumlah piutang, sektor pembiayaan di Kalimantan Tengah tetap menunjukkan ketahanan dan adaptabilitas dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Dengan dukungan dan pengawasan yang baik dari OJK, diharapkan sektor ini dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.(TESTI PRISCILLA/R)