PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Luas panen jagung pipilan pada 2024 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Luas panen mencapai 8,56 ribu hektare, naik sebesar 2,62 ribu hektare atau 44,14 persen dibandingkan luas panen pada 2023 yang tercatat sebesar 5,94 ribu hektare," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 5 Maret 2025.

Peningkatan luas panen ini menurut Agnes sejalan dengan lonjakan produksi jagung pipilan kering. Dengan kadar air 14 persen, produksi pada 2024 tercatat sebanyak 44,64 ribu ton.

"Angka tersebut meningkat 75,17 persen atau sebanyak 19,16 ribu ton dibandingkan hasil produksi tahun 2023 yang mencapai 25,48 ribu ton," katanya.

Keberhasilan tersebut mencerminkan upaya petani dalam meningkatkan produktivitas lahan serta didukung oleh inisiatif pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pertanian jagung di wilayah tersebut terus berkembang secara positif.

"Selain capaian pada tahun 2024, potensi hasil panen untuk periode Januari hingga April 2025 juga terbilang menjanjikan. Diperkirakan luas panen jagung pipilan kering akan mencapai 3,05 ribu hektare pada awal tahun tersebut. Angka ini menunjukkan kelanjutan pengelolaan lahan yang efektif," tuturnya lagi.

Potensi produksi jagung pipilan kering pada periode ini juga diperkirakan mencapai 12,74 ribu ton dengan kadar air 14 persen.

"Prediksi ini mengindikasikan optimisme terhadap hasil produksi yang terus meningkat di masa depan," katanya.(TESTI PRISCILLA/R)