PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Luas panen dan produksi padi di Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2024 mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Luas panen padi mencapai 111,02 ribu hektare, naik sebesar 9,44 ribu hektare atau 9,29 persen dibandingkan luas panen pada tahun 2023 yang tercatat sebesar 101,58 ribu hektare," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 5 Maret 2025.

Peningkatan luas panen ini menurut Agnes juga beriringan dengan lonjakan produksi padi.

"Pada tahun 2024, produksi padi mencapai 366,15 ribu ton GKG atau Gabah Kering Giling, meningkat sebanyak 35,37 ribu ton atau 10,69 persen dibandingkan produksi tahun 2023 yang mencapai 330,78 ribu ton GKG," jelasnya.

Selain itu, produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk juga menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan.

"Pada 2024, produksi beras mencapai 217,50 ribu ton, mengalami peningkatan sebanyak 21,01 ribu ton atau 10,69 persen dibandingkan produksi beras pada tahun 2023 yang sebesar 196,49 ribu ton," katanya.

Peningkatan ini mencerminkan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan, termasuk inovasi dalam teknik pertanian dan pengelolaan lahan yang lebih efektif. Selain itu, dukungan dari kebijakan pemerintah juga memainkan peran penting dalam meningkatkan hasil pertanian tersebut.

Produksi beras yang lebih tinggi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan penduduk secara lebih baik dan mengurangi ketergantungan pada impor. Hal ini sekaligus menjadi langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"Dengan capaian ini, optimisme terhadap sektor pertanian terus meningkat. Diharapkan pencapaian serupa dapat terus diraih pada tahun-tahun mendatang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," katanya.(TESTI PRISCILLA/R)