BORNEONEWS, Palangka Raya – Dugaan korupsi di tubuh Pertamina dinilai dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pengamat ekonomi Kalteng, Suherman menilai paling parah nantinya bisa sampai boikot yang dapat lebih memperburuk keadaan.
“Potensi ketidakpercayaan masyarakat terhadap BUMN yang bisa berujung pada aksi boikot atau demonstrasi, yang memperburuk trust issue terkait BBM,” ungkap Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya (UPR) ini.
Peneliti Institute For Economic Research and Training (INTEREST) mengingatkan tidak hanya masyarakat yang akan terdampak, investor juga bisa mengurangi minatnya untuk berinvestasi di sektor energi dan migas.
"Sekarang di Pulau Jawa, masyarakat berbondong-bondong mengisi bahan bakar di perusahaan internasional. Di Kalimantan Tengah, kita masih bergantung pada satu pilihan," ujarnya.
Jika kerugian yang ditimbulkan oleh korupsi ini berlanjut, pembangunan di Kalimantan Tengah bisa terhambat. Pembangunan Kalteng berpotensi terhambat jika anggaran dipotong lebih jauh untuk menutupi kerugian ratusan triliun.
“Proyek strategis seperti pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya terancam mangkrak," katanya. (HERMAWAN DP/j)









