BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) bersama PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sampit memastikan bahwa 2 desa di Kecamatan Cempaga Hulu, yakni Desa Selucing dan Desa Tumbang Koling, akan segera menikmati aliran listrik PLN tahun ini.
Komitmen ini disampaikan dalam audiensi antara Bupati Kotim Halikinnor dan PLN ULP Sampit di Rumah Jabatan Bupati Kotim, Rabu, 5 Maret 2025.
"Di awal masa jabatan ini, kami ingin melanjutkan visi misi sebelumnya. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti listrik dan jaringan telekomunikasi, menjadi fokus utama kami," ujar Halikinnor.
Ia mengatakan, listrik merupakan kebutuhan mendasar yang harus dinikmati oleh seluruh warga Kotim. Sehingga dirinya terus berupaya agar PLN masuk hingga ke desa-desa.
"Dengan listrik masuk, harapan kita perekonomian desa semakin berkembang dan kualitas hidup masyarakat meningkat," tambahnya.
Sementara itu, Manajer PLN ULP Sampit Eridanus mengatakan, saat ini masih ada 25 desa di Kotim yang belum terjangkau listrik PLN. Namun, pihaknya telah menyusun roadmap hingga 2027 untuk merealisasikan jaringan listrik ke seluruh desa tersebut.
--page
"Kami berkomitmen mendukung pemerataan listrik di Kotim. Tahun ini, dua desa yang masuk dalam roadmap adalah Desa Selucing dan Desa Tumbang Koling, Kecamatan Cempaga Hulu. Proyek ini akan ditindaklanjuti oleh PT PLN UP2K Kalteng," kata Eridanus.
PLN ULP Sampit terus berupaya memperluas jaringan listrik hingga ke wilayah pedalaman Kotim, sesuai dengan program pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah dan PLN berharap proyek ini berjalan lancar dan selesai sesuai target, sehingga kebutuhan dasar masyarakat berupa akses listrik yang stabil dan terjangkau dapat segera terwujud di seluruh wilayah Kotim. (DEWI PATMALASARI/Y)









