BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Mandiri Lestari atau PT SML kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan lingkungan melalui upaya serius pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di wilayah operasionalnya. Sejak tahun 2020, perusahaan ini telah membentuk tim tanggap darurat yang terdiri dari 31 karyawan, termasuk empat perempuan dari berbagai unit kerja. Langkah ini menjadi bagian dari strategi PT SML untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi risiko karhutla.
Manager Sustainability PT SML, Joko Triyanto mengungkapkan bahwa perusahaan secara rutin memperbarui struktur tim tanggap darurat serta memberikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mereka.
"Kami ingin memastikan tim ini siap menghadapi segala tantangan, baik di wilayah operasional maupun desa-desa sekitar," ujar Joko dalam rilisnya pada Rabu, 5 Maret 2025.
Pelatihan ini mencakup berbagai teknik penanggulangan karhutla dan bimbingan teknis untuk mendukung upaya pencegahan.
Awal tahun 2025, PT SML berkolaborasi dengan Training and Development atau T&D mengadakan bimbingan teknis dengan melibatkan Manggala Agni DAOPS Kalimantan III/Pangkalan Bun sebagai pelatih utama. Pelatihan ini menjadi upaya untuk lebih mengasah keterampilan tim, termasuk empat perempuan anggota yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Uniknya, salah satu dari empat perempuan peserta pelatihan ini berhasil meraih predikat terbaik dengan nilai tertinggi dibandingkan peserta lainnya.
--page
"Ini adalah prestasi yang membanggakan dan membuktikan bahwa perempuan juga dapat memainkan peran penting dalam penanganan karhutla," tambah Joko.
Melalui keterlibatan ini, perempuan memiliki peran strategis dalam pendampingan Masyarakat Peduli Api atau MPA, pengolahan data cuaca, hingga berhadapan langsung dengan api sebagai pemegang nozzle. Partisipasi aktif ini semakin memperkuat kolaborasi semua pihak dalam pencegahan karhutla.
PT SML percaya bahwa kontribusi tanpa batas gender, suku, maupun ras adalah kunci untuk mencapai target ambisius mereka, yaitu bebas karhutla pada tahun 2025. Ini menjadi tonggak penting bagi keberlanjutan lingkungan dan komunitas sekitar. (TESTI PRISCILLA/Y)









