BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Mandiri Lestari atau PT SML semakin memperkuat komitmennya dalam melestarikan lingkungan dengan melibatkan perempuan dalam tim tanggap darurat karhutla. Dari 31 anggota tim, terdapat empat perempuan yang memiliki peran signifikan dalam berbagai aspek pencegahan karhutla di wilayah operasional perusahaan dan desa-desa sekitarnya.
Manager Sustainability PT SML, Joko Triyanto menegaskan pentingnya partisipasi perempuan dalam upaya ini. "Perempuan tidak hanya menjadi pemeran pendukung. Mereka menunjukkan keberanian dan kompetensi yang luar biasa dalam menghadapi risiko karhutla," kata Joko dalam rilisnya pada Rabu, 5 Maret 2025.
Salah satu peserta perempuan bahkan terpilih menjadi yang terbaik dalam pelatihan yang digelar awal tahun 2025. Pelatihan ini diadakan PT SML dengan menggandeng Manggala Agni DAOPS Kalimantan III/Pangkalan Bun sebagai pelatih. Aktivitas tersebut dirancang untuk memberikan bimbingan teknis kepada tim tanggap darurat, yang diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi ancaman karhutla.
Selain peran langsung di lapangan, perempuan dalam tim ini juga berperan dalam mendukung Masyarakat Peduli Api atau MPA dan mengolah data cuaca menggunakan sistem deteksi dini. Peran ini menjadi semakin krusial dalam upaya PT SML mencapai target "zero kebakaran" di tahun 2025.
Joko menambahkan bahwa keterlibatan perempuan dalam tim ini mencerminkan komitmen PT SML untuk memberdayakan semua individu tanpa melihat gender.
--page
"Semua pihak memiliki peran penting, dan ini menjadi kekuatan utama kami dalam mencegah karhutla," ungkapnya.
Dengan melibatkan perempuan sebagai bagian integral dari tim, PT SML berharap dapat menciptakan budaya kerja yang inklusif sekaligus memperkuat keberlanjutan lingkungan. Upaya ini menjadi bukti nyata kontribusi perusahaan terhadap pelestarian lingkungan di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/Y)









