BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area atau KSA, realisasi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2024 mengalami peningkatan yang signifikan.
"Total luas panen mencapai sekitar 111,02 ribu hektare, meningkat sebesar 9,44 ribu hektare atau sekitar 9,29 persen dibandingkan dengan tahun 2023 yang hanya 101,58 ribu hektare," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 5 Maret 2025.
Agnes menjelaskan bahwa puncak panen padi pada tahun 2024 mengalami pergeseran dari bulan Agustus ke September.
"Pada September 2024, luas panen tercatat sebesar 27,56 ribu hektare, lebih besar dibandingkan Agustus 2023 yang hanya mencapai 21,02 ribu hektare," katanya.
Pergeseran ini diperkirakan terkait dengan kondisi cuaca yang memengaruhi jadwal tanam dan panen.
Memasuki awal tahun 2025, luas panen padi mencapai 0,66 ribu hektare pada bulan Januari.
"Potensi panen sepanjang Februari hingga April 2025 diproyeksikan mencapai 33,01 ribu hektare, memberikan harapan baru bagi keberlanjutan peningkatan hasil panen di tahun ini," katanya.
Total luas panen pada Subround Januari−April 2025 diperkirakan mencapai 33,67 ribu hektare.
"Angka tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 4,86 ribu hektare atau 16,86 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024, yaitu sebesar 28,81 ribu hektare," jelas Agnes lagi.
Peningkatan luas panen padi ini menjadi sinyal positif bagi sektor pertanian Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan. Dengan perencanaan yang matang dan optimalisasi sumber daya, target produksi padi nasional diharapkan dapat tercapai.(TESTI PRISCILLA/H)









