SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyerahkan 105 bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk operasional Brigade Pangan setempat.

"Penyerahan ini dalam rangka mendukung swasembada pangan dengan melalui percepatan operasional Brigade Pangan dalam melakukan kegiatan usaha tani," kata Kepala DPKP Kotim Sepnita di Sampit, Kalteng, Kamis, 6 Maret 2025.

Secara rinci, bantuan alsintan tersebut yakni traktor roda 4 sebanyak 18 unit, traktor roda 2 sebanyak 72 unit dan rice transplanter sebanyak 15 unit, diberikan kepada 18 Brigade Pangan yang berada di wilayah Kotim.

Brigade Pangan adalah program pertanian modern yang menghubungkan proses produksi dari hulu hingga hilir. Program ini dibentuk atas arahan Menteri Pertanian untuk mempercepat swasembada pangan.

Sepnita berharap bantuan alsintan ini bisa membuat kegiatan usaha pertanian yang dijalankan Brigade Pangan bisa lebih optimal sehingga hasil panen komoditas yang ditanam bisa terus meningkat dan skala usahanya bisa dikembangkan.

"Sesuai arahan pemerintah pusat, kita semua fokus untuk penguatan ketahanan pangan dengan menciptakan swasembada pangan. Alsintan yang diserahkan ini diharapkan bermanfaat untuk memaksimalkan usaha kita," ujar Sepnita.

Upaya penguatan ketahanan pangan di Kotawaringin Timur melibatkan banyak pihak, di antaranya TNI dan Polri. Selain padi, komoditas yang ditanam yaitu hortikultura, di antaranya jagung.

Terkait keberadaan Brigade Pangan, pembinaannya dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melibatkan TNI dan Polri. Selain itu, juga ada instansi lain seperti Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Kalimantan Tengah.

Sebelumnya, sudah dilakukan sosialisasi Brigade Pangan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.

Tujuannya untuk membahas upaya bersama untuk penguatan usaha pertanian.

Diskusi membahas berbagai aspek terkait penguatan Brigade Pangan, terutama di bidang usaha pertanian, permodalan, serta pentingnya kerja sama antara Brigade Pangan dengan petani pemilik lahan.