BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan menilai ternak bebek memiliki potensi untuk tingkatkan ekonomi daerah dan dapat meningkatkan lapangan kerja.
"Potensi ternak bebek sangat relevan dalam meningkatkan ekonomi daerah, tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat," katanya, Kamis, 6 Maret 2025.
Ternak bebek kata Yudhi melibatkan banyak pihak, mulai dari peternak, pemasok pakan, pemasar, hingga industri pengolahan produk seperti telur asin, abon bebek, dan kuliner berbasis bebek.
"Ternak bebek memiliki siklus panen yang relatif cepat, sehingga bisa menjadi sumber pendapatan yang stabil. Dan produk seperti telur bebek, daging bebek, dan olahan lainnya memiliki pasar yang luas," bebernya.
Untuk itu, ia berharap roduksi telur dan daging bebek dapat memenuhi kebutuhan protein masyarakat Palangka Raya. Dengan pengelolaan yang baik, peternakan bebek ia nyakini bisa berkontribusi pada kemandirian pangan daerah.
"Kita berharap ada produk unggulan berbasis bebek dapat menjadi komoditas khas Palangka Raya, menarik pasar regional hingga nasional. Dengan dibantu dukungan pemerintah setempat strategi pemasaran dan kemasan yang baik, produk olahan bebek bisa menjadi oleh-oleh khas daerah," harapnya.
Ia menambahkan, bahan pakan bebek bisa diperoleh dari limbah pertanian seperti dedak padi dan sisa sayuran, sehingga lebih hemat biaya. Limbah peternakan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk pertanian.
"Agar sektor ini berkembang maksimal, diperlukan pelatihan bagi peternak untuk meningkatkan produktivitas. Serta bantuan pemasaran agar produk bebek dari Palangka Raya bisa bersaing di pasar lebih luas. Bebek juga bisa menjadi salah satu sektor unggulan yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (MARINI/H)









