BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Menjalankan ibadah puasa tidak berarti harus menghentikan aktivitas fisik. Dalam edukasi kesehatan yang disiarkan melalui RSPD Kapuas, dr. Erny Indrawati dari RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo menegaskan pentingnya tetap berolahraga agar tubuh tetap bugar selama puasa.
Menurutnya, olahraga selama puasa memiliki banyak manfaat, seperti mempercepat pembakaran lemak, meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh, serta mengurangi stres. "Namun, olahraga harus dilakukan dengan cara yang tepat agar tidak menyebabkan dehidrasi atau kelelahan," ujarnya, Jumat, 7 Maret 2025.
Waktu terbaik untuk berolahraga adalah 30 menit hingga 1 jam sebelum berbuka puasa, atau 1-2 jam setelah berbuka saat tubuh sudah mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.
Jenis olahraga yang dianjurkan selama puasa adalah latihan ringan seperti berjalan cepat, jogging lambat, bersepeda, atau menggunakan alat fitness dengan beban ringan.
Durasi olahraga yang disarankan adalah sekitar 30-50 menit sebanyak 2-3 kali seminggu.
Selain olahraga, dr. Erny juga memberikan tips agar tetap bugar selama bekerja di bulan Ramadhan. Di antaranya adalah mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang saat sahur dan berbuka, memperbanyak air putih, mengatur pola tidur, serta menghindari makanan yang terlalu manis, asin, atau berminyak.
"Jangan lupa mengelola stres dengan baik, misalnya dengan latihan pernapasan atau istirahat sejenak saat bekerja," tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa jika tubuh terasa lemah atau kurang sehat, sebaiknya pertimbangkan untuk beristirahat atau berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum melanjutkan puasa.
"Dengan pola hidup sehat dan olahraga yang tepat, ibadah puasa dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari," pungkasnya. (DODI/j)









