BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Forum Ukhuwah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas menggelar tausiyah Ramadan di aula Dinkes setempat pada Jumat, 7 Maret 2025.
Acara ini dihadiri oleh para pegawai yang beragama Islam di lingkungan dinas tersebut. Dalam sambutannya, Kepala Dinkes Kabupaten Kapuas, dr Tonun Irawaty mengingatkan pentingnya keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga menjadi tabungan amal bagi kehidupan di akhirat.
Tausiyah utama disampaikan oleh Kepala Kemenag Kapuas, H Hamidjan, yang membahas makna dan filosofi puasa dalam Islam.
Ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menegaskan bahwa kewajiban berpuasa telah diperintahkan kepada umat-umat sebelumnya agar manusia bertakwa.
--page
Dalam ceramahnya, ia juga menjelaskan perbedaan antara istilah shiyam dan shaum dalam Alquran. Kata shiyam disebutkan sembilan kali dalam Alquran dan merujuk pada menahan diri dari makan dan minum sejak fajar hingga terbenam matahari.
Sementara itu, shaum hanya disebut satu kali dalam Surah Maryam, yang memiliki makna lebih luas, yaitu menahan diri dari berbicara, sebagaimana dilakukan oleh Maryam setelah melahirkan Nabi Isa AS.
Selain memberikan kajian keislaman, Hamidan juga menyampaikan anekdot ringan yang mengingatkan jamaah tentang makna hakiki dari puasa.
"Salah satunya mengenai seseorang yang tidak berpuasa tetapi tetap merayakan Idul Fitri, sebagai pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga melatih diri dalam kejujuran dan disiplin," ujarnya.
Tausiyah ini menjadi momen refleksi bagi para peserta untuk semakin memaknai ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan ketakwaan. (DODI/Y)









