BORNEONEWS, Pulang Pisau - Sekretariat Jenderal Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), Triana menyampaikan, Hari Perempuan Internasional (HPI) 2025, menjadi momentum bangkitnya perempuan dari penindasan.
Sesuai dengan tema kampanye peringatan HPI tahun ini, "Bangkitnya Perempuan", itu menjadi sarat hidup dalam membebaskan perempuan dari berbagai penindasan.
"Gerakan perempuan dilemahkan oleh situasi yang melekat pada perempuan, oleh sistem budaya patriarki. Gerakan perempuan juga banyak terpecah belah sehingga gerakannya tidak begitu terlihat," kata Triana, Jumat, 7 Maret 2025.
Triana menambahkan, di momen HPI ini, menjadi kesempatan gerakan perempuan untuk bersatu, melawan berbagai ketidakadilan terhadap perempuan.
"Salah satunya dengan temu perempuan pedesaan, perempuan perkotaan dan perempuan kaum milenial untuk membangkitkan semangat perempuan melawan penindasan yang digelar di Pulang Pisau," ujar Triana.
--page
Ia juga berharap, dengan dilakukannya temu perempuan di Pulpis, kedepan, Seruni juga bisa hadir di Pulpis untuk membangun gerakan perempuan, melawan berbagai bentuk ketidakadilan terhadap perempuan. (RETHA/Y)









