BORNEONEWS, Pulang Pisau - Hari Perempuan Internasional (HPI) diperingati setiap tanggal 8 Maret. Tahun ini, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni) Kalimantan Tengah, memperingatinya dengan menggelar temu perempuan di Kabupaten Pulang Pisau.
Ketua Seruni Kalteng, Novia Adventi Juran menyampaikan, temu perempuan ini sebagai upaya memberikan pemahaman terhadap perempuan, terkait hak dan perempuan, serta menggali situasi ketidakadilan di pedesaan yang berkaitan dengan lingkungan, terhadap kaum perempuan.
"Penting memberikan edukasi terhadap perempuan terkait hak asasi manusia yang di dalamnya juga melekat hak perempuan," ujarnya, Kamis, 6 Maret 2025.
"Kenapa? karena banyak perempuan yang tidak mendapatkan informasi terkait hal itu, sehingga ketika mendapatkan ketidakadilan mereka tidak bisa melawan," tambah Novi.
Novi menjelaskan, kekerasan yang terjadi pada perempuan bukan hanya di dalam ranah rumah tangga (Domestik), tetapi juga di luar.
--page
Misalnya, jelas Novi, hadirnya investasi yang tidak melibatkan perempuan dalam sosialisasi dan konsultasi, serta terjadi konflik sengketa lahan. Kondisi itu bisa berdampak pada kehidupan perempuan.
"Baik itu berdampak pada sikologisnya maupun berdampak pada kekerasan fisik ketika terjadi konflik, dan perempuan yang tidak terinformasi terkait haknya, dan tidak ada wadah untuk gerakannya, hal tersebut menjadi semakin parah, perempuan akan mendapatkan kekerasan yang berlapis pada akhirnya," pungkas Novi.
Dalam peringatan HPI tahun ini, lanjut Novi, menjadi momen penting bagi Seruni, memberikan pemahaman bukan hanya aksi yang dilakukan sebagai sarana menyuarakan ketertindasan, tetapi dibarengi dengan edukasi. (RETHA/Y)









