PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Suyuti Syamsul, mewaspadai masyarakat terhadap konsumsi gorengan yang berlebihan, dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering.

"Risiko kesehatan akibat konsumsi gorengan berlebihan menyebabkan peningkatan berat badan berlebih (obesitas), penyakit jantung, kanker dan penyakit berbahaya lainnya," katanya, Jumat, 7 Maret 2025.

Selain itu, ia mengingatkan penggunaan minyak goreng secara berulang melebihi penggunaan 3 kali, dalam proses menggoreng dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. 

"Minyak yang dipanaskan berulang kali mengalami oksidasi dan perubahan struktur kimia, menghasilkan lemak trans yang meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL)," jelasnya.

Lanjutnya, saat minyak dipakai berulang, dengan suhu tinggi menyebabkan pembentukan akrilamida, yaitu zat kimia yang bersifat karsinogenik pemicu kanker.

Minyak teroksidasi menghasilkan aldehida, senyawa yang juga berpotensi menyebabkan kanker jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi.

"Minyak yang dipakai berulang dapat menghasilkan radikal bebas, yang merusak sel-sel tubuh dan menyebabkan peradangan. Yang dikaitkan dengan berbagai penyakit serius, seperti kanker, diabetes, dan gangguan hati," bebernya. (MARINI/H)