BORNEONEWS, Sampit - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih dihadapkan pada masalah pengangguran.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim tahun 2024, tercatat 10.133 penduduk Kotim menganggur. Yang mengejutkan, sebagian besar pengangguran yaitu 60,49 persen merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
"Kami hanya bertugas mendata kondisi lapangan, dan belum sampai pada tahap menganalisis penyebab tingginya angka pengangguran lulusan SMA," kata Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman, Jumat, 7 Maret 2025.
Ia menyarankan agar dinas terkait meneliti lebih lanjut faktor-faktor yang menyebabkan hal tersebut. Ia menyebut dari total pengangguran, 2.251 orang berjenis kelamin laki-laki, sementara sisanya perempuan. Selain lulusan SMA, pengangguran juga berasal dari lulusan Sekolah Dasar (SD), meskipun persentasenya lebih rendah.
Data BPS menunjukkan bahwa penduduk Kotim usia 15 tahun ke atas yang bekerja didominasi oleh kelompok umur 35 tahun ke atas yaitu 136.507 penduduk atau 65,44 persen.
Sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan, dan perikanan menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar yaitu 45,14 persen diikuti oleh sektor perdagangan, rumah makan, dan jasa akomodasi yaitu 43,14 persen.
"Itu menunjukkan dominasi sektor pertanian, terutama perkebunan sawit, dalam menopang perekonomian Kotim. Dan jika dilihat dari status pekerjaannya, mayoritas penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja di Kotim yaitu 48,24 persen berstatus buruh/karyawan/pegawai.
Menariknya, tren berwirausaha juga mulai meningkat, dengan 23,55 persen penduduk yang berusaha sendiri. Tren ini sebagai potensi positif yang dapat mendorong perekonomian daerah dan membuka lapangan kerja baru," tutupnya. (DEVIANA/H)









