SAMPIT –

BORNEO NEWS, Sampit - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. 

Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman dalam keterangan persnya menyampaikan pada 2024, penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja di Kotim didominasi oleh kelompok umur 35 tahun ke atas, mencapai 136.507 jiwa atau 65,44 persen.  

"Sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan, dan perikanan menyumbang angka tertinggi dalam lapangan pekerjaan utama, yaitu 45,14 persen," katanya, Sabtu, 8 Maret 2025.

Ia menyebutkan angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan sektor lainnya. Sektor perdagangan, rumah makan, dan jasa akomodasi berada di posisi kedua dengan persentase 43,14 persen.

Banyaknya perkebunan sawit di Kotim menjadi faktor utama yang menjadikan sektor pertanian tetap menjadi penopang kehidupan masyarakat.

Data BPS juga menunjukkan mayoritas penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja di Kotim berstatus buruh/karyawan/pegawai  tercatat 48,24 persen.  Namun terdapat tren peningkatan jumlah penduduk yang berusaha sendiri yaitu 23,55 persen. Hal ini menunjukkan minat masyarakat untuk berwirausaha semakin tinggi.

"Tren peningkatan wirausaha ini sangat positif. Jika terus dikembangkan, akan berdampak pada penguatan ekonomi dan perluasan lapangan kerja di Kotim. Kami berharap tren positif ini dapat terus didorong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kotim," harapnya. (DEVIANA/r)