SAMPIT –

BORNEONEWS, Kotawaringin Timur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) berhasil menghemat anggaran sebesar Rp90 miliar melalui pemangkasan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) pegawai dan anggaran perjalanan dinas (SPPD).

Dana tersebut diprioritaskan untuk mendukung proyek infrastruktur yang mendesak, terutama setelah pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat.

“Ada 5 paket infrastruktur jalan yang sudah dilelang dari dana DAK. Tapi itu dicoret anggarannya dibatalkan dari pusat. Ini mungkin 90 miliar memenuhi sebagian mana yang urgent,” kata Halikinnor, Sabtu, 8 Maret 2025.

Sebelumnya, Halikinnor telah menggelar rapat dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) guna menyusun strategi efisiensi.

Hasil rapat tersebut menghasilkan beberapa keputusan, seperti pemangkasan anggaran perjalanan dinas hingga 50 persen dan pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN dari semula 35 persen menjadi 32 persen dari APBD Kotim. 

Penghematan anggaran sebesar Rp90 miliar ini akan difokuskan untuk memperkuat layanan publik, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Salah satu prioritas utama adalah memperbaiki jalan yang kondisinya memprihatinkan di wilayah Kotim.

Halikinnor mengatakan, sebelumnya terdapat 5 proyek strategis yang telah dilelang di awal tahun. Sayangnya, akibat pemangkasan dana transfer dari pusat Rp141 miliar tersebut sehingga lima paket proyek infrastruktur tidak menerima porsi anggaran dari dana DAK dan DAU SG.

Namun setelah melakukan penyesuaian, hasil efisiensi anggaran sebesar Rp90 miliar akan dialokasikan untuk proyek-proyek yang dianggap mendesak dan prioritas.

“Kita pastikan efisiensi ini tidak mengganggu pelayanan publik. Justru kita ingin meningkatkan kualitas layanan dengan mengutamakan pembangunan infrastruktur yang mendesak,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)