PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin atau RSUD Sultan Imanuddin berencana menambah ruang dan alat cuci darah atau hemodialisis guna mengakomodasi peningkatan jumlah pasien.

Direktur RSUD Sultan Imanuddin, dr. Fachruddin, mengungkapkan bahwa lonjakan jumlah pasien menyebabkan kapasitas layanan saat ini tidak mencukupi.

"Pasien cuci darah terus meningkat, bahkan alat yang tersedia masih kurang untuk memenuhi kebutuhan pelayanan. Oleh karena itu, pada tahun 2025, kami berencana menyediakan ruang perawatan baru agar pasien baru bisa terlayani dengan baik," ujar dr. Fachruddin, Sabtu, 8 Maret 2025.

Saat ini, RSUD Sultan Imanuddin memiliki 20 mesin hemodialisis yang digunakan pasien dengan jadwal rutin dua kali seminggu. Namun, kapasitas ini sudah penuh sehingga rumah sakit kesulitan menerima pasien baru.

"Kami berharap rencana ini bisa terealisasi tahun ini dengan menggunakan anggaran dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Rencananya, kami akan menambah 10 alat lagi agar layanan lebih optimal," tambahnya.

Hemodialisis adalah prosedur medis yang berfungsi menyaring limbah dan racun dari darah ketika ginjal tidak lagi mampu berfungsi dengan baik, seperti pada kasus gagal ginjal.

Menurut dr. Fachruddin, pasien cuci darah mayoritas berusia di atas 40 tahun. Namun, dalam beberapa kasus, anak-anak juga sudah ada yang menjalani prosedur ini.

Dengan penambahan ruang dan alat baru, RSUD Sultan Imanuddin berharap dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik, bagi masyarakat yang membutuhkan terapi cuci darah. (DANANG/j)