PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT. United Tractor Tbk melakukan audiensi dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah.

Salah satu tahap yang dilaksanakan sebelum pelaksanaan pekerjaan Program Optimasi Lahan tersebut yakni pemaparan kondisi lahan, lokasi kerja, pola kerja dan target yang akan dicapai.

“Kondisi curah hujan di wilayah Dadahup sangat tinggi dan lahan tergenang cukup dalam. Kondisi ini kurang mendukung proses uji coba alat berat di lapangan,” ungkap Kepala Divisi Pengembangan Bisnis PT. United Tractors Tbk, Dicky Firmansyah di Ruang Rapat Kepala Dinas TPHP Kalteng, baru baru ini.

Lebih lanjut, diungkapkan, kendala dan permasalahan yang biasanya terjadi di lahan rawa gambut adalah kondisi lahan tergenang dengan tingkat kedalaman yang bervariasi.

Hal ini berpengaruh pada persiapan pengolahan lahan yang tepat dan efektif terutama untuk penyesuaian kondisi lahan dengan penggunaan alat berat Bulldozer.

Adapun PT. United Tractor Tbk merupakan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) atas unit dengan Merek Komatsu yang akan berkolaborasi kontraktor optimasi lahan, PT. Anindhita Karya Anugerah.

Mereka akan melakukan uji coba pemanfaatan dan penggunaan Bulldozer Farming dalam kegiatan optimasi lahan di area Dadahup, Kabupaten Kapuas. (HERMAWAN DP/j)