PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melakukan berbagai upaya untuk menekan inflasi, salah satunya dengan peningkatan layanan pangan serta pasar murah.

“Salah satu misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng adalah meningkatkan layanan di bidang ketahanan pangan serta mengadakan pasar murah sebagai upaya untuk menekan inflasi di wilayah Kalteng,” ungkap Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko usai rakor secara virtual, Senin, 10 Maret 2025.

Sementara itu dalam rakor, Kepala Badan Pusat Statistik RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan indeks perkembangan harga Minggu ke-1 Maret 2025.

Amalia menyampaikan pada periode 2019-2024 menunjukan bahwa selalu terjadi inflasi di bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Komponen inti dan bergejolak seringkali memberikan andil inflasi terbesar pada periode awal Ramadan. Pada Februari 2025, inflasi komponen inti memberikan andil inflasi sedangkan komponen harga diatur pemerintah dan bergejolak memberikan andil deflasi.

“Untuk kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami deflasi baik secara bulanan namun secara y-on-y mengalami inflasi,” tuturnya.

Dia menyampaikan secara bulanan yang memberikan andil terhadap deflasi m-to-m untuk kelompok makanan, minuman dan tembakau terutama dikontribusikan oleh penurunan daging ayam ras, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, tomat, telur ayam ras, kacang panjang, jeruk, jengkol dan ayam hidup di Bulan Februari. (HERMAWAN DP/R)