BORNEONEWS, Kapuas - Sebagai salah satu sentra pengembangan tanaman bawang merah di Kalimantan Tengah, Kabupaten Kapuas mendapat jatah alokasi pengembangan budidaya tanaman bawang merah seluas 65 hektare. Ini bagian dari keputusan Pemerintah Pusat yang menetapkan Kalimantan Tengah sebagai daerah pengembang tanaman bawang merah seluas 500 hektare.

"Sentra pengembangan tanaman bawang merah di Kalimantan Tengah ada dua, yaitu Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Kotawaringin Timur. Untuk Kapuas kita dialokasikan 65 hektare dari target roadmap 40 hektare,” kata Kepala Bidang Holtikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Distantura) Kabupaten Kapuas, Rengkesit, Jumat (30/9/2016). 

Rengkesit mengatakan, Pemerintah Pusat menetapkan Kalimantan Tengah sebagai daerah pengembang tanaman bawang merah seluas 500 hektar. Dari luasan itu, Kapuas mendapatkan jatah alokasi seluas 65 hektare. Program pengembangan bawang merah tersebut di Kapuas rencananya direalisasikan pada 2017, di empat kecamatan. Yaitu, Dadahup, Kapuas Barat, Basarang, dan Kapuas Timur.

“Kecamatan Dadahup khususnya 3-G sangat potensial untuk budidaya pengembangan tanaman bawang merah, termasuk juga di Anjir Kecamatan Kapuas Barat dimana lahan yang sudah dibuka di sana untuk tanaman bawang seluas 1 hektare,” terangnya.

Namun, dari luasan lahan 1 hektare tersebut, lanjut Rengkesit, setengah hektare akan dijadikan demplot kerja sama dengan Bank Indonesia (BI). “Kemarin pihak BI sudah mensuport untuk sarana produksi, karena paket sarana produksi dari Pemprov Kalteng kurang lengkap,” ungkap Ringkesit .

Menurut Rengkesit dalam program pengembangan budidaya bawang merah ini pihak Bank Indonesia juga membantu dari sektor peningkatan kualitas sumber manusianya. “Maksudnya mereka juga membantu dari segi pelatihan untuk petaninya dan kalau memang memungkinkan lagi kedepan mereka mensuport study banding,” jelasnya.

Adapun bibit bawang merah yang rencananya akan dikembangkan di Kapuas dengan luasan lahan 65 hektar tersebut  yaitu jenis Bima Brebes. “Sebenarnya ada dua benih yang kita rekomendasikan yaitu jenis Bauji dan Bima Brebes. Tapi karena stok benih Brebes yang paling banyak maka ada kemungkinan benih itu yang akan direalisasikan,”tukasnya.

Seperti diberitakan, dalam rangka meningkatkan kapabilitas petugas dan petani holtikultura dalam pengembangan sayuran, terutama bawang merah dan cabai. Dinas Pertanian dan Perternakan Provinsi Kalteng mengikutsertakan para petani dalam kegiatan kunjungannya ke Kabupaten Ngajuk, Jawa Timur yang merupakan daerah sentra pengembangan bawang merah.  

Diharapkan petani bawang merah dan cabai yang mengikuti kegiatan kunjungan tersebut nantinya dapat memiliki tambahan ilmu mengenai budidaya bawang merah dan cabai, sehingga selanjutnya dapat membagi ilmunya kepada anggota kelompok taninya maupun kelompok tani lainnya. (DJEMMY NAPOLEON/N).