BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Owner Citra Borneo Indah (CBI) Group H. Abdul Rasyid AS menyampaikan bahwa dalam penyaluran zakat keluarga yang dilakukan tahun 1446H/2025 ini total 50.000 sak beras dan 100.000 liter minyak goreng disalurkan pada 8 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Kalteng.
H. Abdul Rasyid AS didampingi Hj Nuriyah dalam kegiatan pelepasan armada pengangkut zakat ke berbagai wilayah di Provinsi Kalteng yang digelar di Gudang Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin, 10 Maret 2025 menyampaikan bahwa ini merupakan hal lazim yang biasa dilaksanakan keluarga besarnya dalam bulan Ramadan.
"Pembagian zakat tersebut nantinya bakal disampaikan pada para mustahik ke beberapa daerah di Kalteng. Untuk rinciannya yaitu, Kabupaten Kobar mendapatkan penyaluran sebesar 25.136 sak beras dan 50,984 liter minyak goreng," jelasnya.
Kemudian menurut H. Abdul Rasyid AS untuk Kabupaten Lamandau mendapatkan 4.756 sak beras dan 8.800 liter minyak goreng.
"Setelah itu Kabupaten Kapuas sebanyak 1,130 kilogram beras serta 2.260 liter minyak goreng. Kabupaten Pulang Pisau mendapatkan 3.518 sak beras dan 7.036 minyak goreng. Kabupaten Seruyan mendapatkan 5.200 sak beras dan 10.400 liter minyak goreng," jelasnya.
Untuk daerah berikutnya, menurut H. Abdul Rasyid AS menjelaskan pada Kabupaten Sukamara sebanyak 6.760 sak beras dan 13.520.
"Pada Kabupaten Kotawaringin Timur disalurkan 2.000 sak beras dan 4.000 liter minyak goreng. Kabupaten Barito Utara yang beribukota Muara Teweh ini mendapat kuota zakat sebanyak 60 sak beras dan 1.200," jelas H. Abdul Rasyid AS.
Menurut H. Abdul Rasyid AS Kota Palangka Raya juga menjadi salah satu daerah penyaluran zakat keluarganya.
"Di Palangka Raya menerima 900 sak beras dan 1.200 liter minyak goreng. Per paket zakat bakal menerima 1 sak beras dan 2 liter minyak goreng," jelasnya.
H. Abdul Rasyid AS menegaskan berdasarkan perhitungan yang ada, zakat ini mampu memenuhi dan bisa diterima oleh masyarakat dengan kategori perekonomian rendah.
"Karena jumlah tersebut dianggap audah pas, jadi bila ada pihak yang menyatakan belum menerima zakat tersebut, bisa dipastikan ada kesalahan pada proses pendistribusian. Harapannya bila menemukan kondisi tersebut bisa langsung melaporkan pada kami," jelasnya. (WAHYU KRIDA/R)









