BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, memberikan tanggapannya terkait kehadiran Tim Satgas Garuda yang telah turun ke lapangan untuk memasuki kebun sawit yang terindikasi masuk kawasan hutan.
Rawing menyatakan bahwa GAPKI menyambut baik langkah ini dan yakin bahwa Tim Satgas Garuda akan bekerja secara profesional, transparan, dan dapat dipertanggung jawabkan.
"Kita yakin bahwa Tim Satgas Garuda akan bekerja sesuai dengan standar profesionalisme dan transparansi yang tinggi. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepercayaan kepada semua pihak bahwa proses yang dilakukan akan berjalan sesuai dengan aturan yang ada," kata Rawing kepada Borneonews pada Senin, 10 Maret 2025.
Menurut Rawing, kehadiran Tim Satgas Garuda justru akan menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan kelapa sawit, baik di Kalimantan Tengah maupun secara nasional.
"Dengan adanya pengawasan yang ketat, diharapkan usaha perkebunan sawit akan semakin teratur dan berkembang," tutur Mantan Kepala Dinas Perkebunan Kalteng ini.
Rawing juga menyoroti pentingnya komoditi kelapa sawit dalam memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi.
"Kelapa sawit tidak hanya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi devisa negara," tegasnya.
Rawing menyatakan keyakinannya bahwa Tim Satgas Garuda akan membantu menertibkan penggunaan kawasan hutan serta menertibkan kebun-kebun sawit dari pencurian dan penjarahan buah sawit. Hal ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan usaha perkebunan sawit.
Dalam beberapa tahun terakhir, produksi sawit di Kalimantan Tengah menunjukkan penurunan. Rawing menyebutkan bahwa berdasarkan laporan GAPKI Pusat, penurunan produksi ini terjadi selama lima tahun terakhir.
"Oleh karena itu, kehadiran Tim Satgas Garuda diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas sawit di wilayah Kalteng," tuturnya.
Selain produksi yang menurun, biaya produksi yang tinggi sejak April 2024 juga menjadi tantangan tersendiri. Namun, Rawing menyebutkan bahwa harga minyak sawit saat ini lebih tinggi dibandingkan dengan minyak kedelai, bunga matahari, dan rapeseed. Hal ini memberikan harapan bagi pelaku usaha sawit untuk tetap optimis dalam meningkatkan produktivitas.
"Kita juga mengimbau para pelaku usaha perkebunan sawit untuk tidak khawatir dengan kehadiran Tim Satgas Garuda. Sebaliknya, kami mendorong pelaku usaha perkebunan untuk bekerja lebih optimal dalam meningkatkan produktivitas. Kehadiran Tim Satgas Garuda diharapkan dapat memberikan dukungan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut," tegas Pengamat Ekonomi Bidang Perkebunan ini lagi.
Rawing juga menggarisbawahi bahwa Tim Satgas Garuda diharapkan dapat bekerja sesuai dengan undang-undang, aturan, dan ketentuan yang ada. Dengan demikian, proses penertiban kawasan hutan dan kebun sawit dapat berjalan dengan baik dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.
"Dengan adanya upaya penertiban ini, GAPKI berharap bahwa perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah dapat berkembang dengan lebih baik dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional," harap Dosen Universitas Kristen Palangka Raya ini.
Rawing menyatakan optimismenya bahwa kehadiran Tim Satgas Garuda akan membawa dampak positif bagi industri kelapa sawit.
Pada akhirnya, Rawing Rambang menegaskan bahwa GAPKI menyambut baik kehadiran Tim Satgas Garuda di Kalimantan Tengah. Ia berharap bahwa langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan industri kelapa sawit di wilayah tersebut dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional. Dengan kerja sama yang baik antara semua pihak, diharapkan bahwa kelapa sawit akan terus menjadi komoditi andalan Indonesia.(TESTI PRISCILLA/R)









