PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra Mukti Wijaya, memprediksi cuaca di Kalimantan Tengah (Kalteng) akan didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan selama periode 10-16 Maret 2025.

Namun, potensi hujan sedang hingga lebat diprediksi akan terjadi di sebagian besar wilayah Kalteng. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 23°C hingga 33°C, dengan kelembaban udara antara 60 persen hingga 100 persen

Angin umumnya akan bertiup dari arah Barat Daya menuju Timur Laut dengan kecepatan 5 hingga 15 kilometer per jam. Sementara itu, tinggi gelombang di perairan selatan Kalteng diprediksi rendah, berkisar antara 0,0 hingga 1,0 meter.

"Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang," katanya, Senin, 10 Maret 2025.

Potensi hujan lebat tersebut dapat menyebabkan beberapa dampak negatif. Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat yang berdurasi singkat, namun tetap berpotensi disertai petir, kilat, angin kencang, bahkan angin puting beliung. Kondisi ini perlu diantisipasi dengan baik untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap dampak bencana yang mungkin ditimbulkan oleh hujan lebat tersebut. Dampak yang perlu diwaspadai antara lain genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Penting untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan mengambil langkah-langkah antisipasi untuk mengurangi risiko.

Pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulonimbus) juga perlu diwaspadai. Jenis awan ini berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat, disertai angin kencang, dan berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di wilayah pesisir dan perairan selatan Kalteng.

Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir perlu lebih waspada terhadap potensi kenaikan tinggi gelombang.

Oleh karena itu, masyarakat Kalimantan Tengah diimbau untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode tersebut.

"Penting untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan mengikuti arahan dari pihak berwenang untuk meminimalisir risiko dampak buruk dari cuaca buruk," pungkasnya. (PATHUR/j)