BORNEONEWS, Sampit - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit tengah mempersiapkan diri menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2025.
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Pelabuhan KSOP Kelas III Sampit, Gusti Muchlis, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima instruksi dari Direktur Jenderal Perhubungan Laut untuk melakukan persiapan ini.
"Kami masih menunggu rapat koordinasi virtual dengan pihak pusat untuk membahas arahan terkait penyelenggaraan angkutan laut di Pelabuhan Sampit selama periode mudik," katanya, Senin, 10 Maret 2025.
Namun ia menegaskan, persiapan telah dimulai termasuk pengecekan kelaikan armada kapal yang melayani rute Sampit-Jawa. Pihaknya telah melakukan ramp check untuk memastikan alat-alat keselamatan di kapal memenuhi ketentuan yang berlaku.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, sebagai bagian dari persiapan, KSOP Sampit berencana mendirikan posko koordinasi bersama instansi dan stakeholder terkait. Rapat koordinasi dengan instansi terkait di Pelabuhan Sampit juga akan segera dilaksanakan.
"Periode mudik Lebaran 2025 diperkirakan berlangsung selama 20 hari, dari tanggal 21 Maret hingga 8 April 2025, dengan puncak lonjakan pemudik di H-10 dan H+10 Lebaran. Kami, KSOP Sampit berkomitmen untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik Lebaran," ucapnya. (DEVIANA/J)









