BORNEONEWS, Sukamara - Bupati Sukamara, Masduki meminta agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri bisa semakin dimaksimalkan, terutama pelayanan kesehatan, transfortasi dan perdagangan.
“Memang dari pusat itu untuk hari libur dimajukan menjadi 21 Maret sampai 8 April 2025. Itu harapannya agar tidak ada penumpukan disaat mudik,” ucap Masduki, Senin, 10 Maret 2025.
“Untuk ASN yang memang cutinya bisa diundur, kalau bisa diundur ya diundur dulu, karena ini pelayanan masyarakat tidak boleh terganggu, jadi ini skala prioritas,” tambahnya.
Menurut dia, karena masyarakat sedang menjalani bulan puasa Ramadan maka pelayanan yang diberikan harus lebih maksimal, terutama dibidang pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti kesehatan, transportasi dan perdagangan.
"Dibidang kesehatan tentunya ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, dibidang perdagangan harus selalu memantau pasokan dan kebutuhan masyarakat serta bidang perhubungan bagaimana pelayanan untuk kenyamanan masyarakat," ujar Masduki.
--page
Dengan tidak mengajukan cuti lebih awal maka tidak akan menggangu pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan terutama menjelang lebaran dengan tingginya tingkat aktifitas masyarakat.
"Harapannya ASN untuk tunda untuk cuti lebih awal, terkecuali memang alasannya tepat, mendesak dan tidak bisa ditunda mungkin masih bisa diberikan ditoleransi sesuai aturan," tutup Masduki. (NORHASANAH/Y)









