PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, menyampaikan harapan besar terhadap kepemimpinan Gubernur Agustiar dan Wakil Gubernur Edy Pratowo untuk lima tahun mendatang.

Dalam pernyataannya kepada Borneonews Rawing menekankan pentingnya keberlanjutan pembangunan sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Kalimantan Tengah.

Rawing mengungkapkan bahwa GAPKI berharap pemerintah provinsi dapat terus memberikan bantuan berupa bibit, pupuk, dan sarana prasarana lainnya kepada masyarakat.

"Dengan dukungan ini, kami yakin kebun kelapa sawit masyarakat, baik yang bersifat swadaya maupun kemitraan dengan perusahaan, akan semakin berkembang," kata Rawing pada Selasa, 11 Maret 2025.

Selain itu, GAPKI juga menyoroti pentingnya pelayanan perizinan yang cepat, tepat, dan transparan bagi para pelaku usaha. Menurut Rawing, pelayanan yang efisien akan menarik lebih banyak investor untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Dalam lima tahun terakhir, ekspor minyak sawit Indonesia mengalami penurunan sebesar 8,44 persen, dari Rp463 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp440 triliun pada tahun 2024.

"Kami berharap pemerintah dapat mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan produktivitas dan ekspor, mengingat produksi minyak sawit pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 53,6 juta ton," kata Rawing.

Pengamat Ekonomi Bidang Perkebunan ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi industri kelapa sawit, terutama terkait biaya produksi yang lebih tinggi dibandingkan negara-negara penghasil minyak nabati lainnya seperti rapeseed, kedelai, dan bunga matahari.

"Harga CPO di tingkat internasional saat ini memang lebih tinggi, tetapi kondisi ini memprihatinkan karena biaya produksi kita masih menjadi kendala," tambahnya.

GAPKI optimis bahwa di bawah kepemimpinan Agustiar dan Edy Pratowo, sektor kelapa sawit di Kalimantan Tengah akan terus berkembang.

"Komoditas ini telah terbukti memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, tidak hanya di Kalimantan Tengah tetapi juga secara nasional," tegas Dosen Universitas Kristen Palangka Raya ini.

Lebih lanjut, GAPKI berharap pemerintah provinsi dapat memperkuat sinergi antara pelaku usaha dan masyarakat.

"Kemitraan yang baik akan menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan dan berkelanjutan," jelas Rawing.

Dalam konteks global, GAPKI juga mengingatkan pentingnya menjaga daya saing minyak sawit Indonesia.

"Kita harus terus berinovasi untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan kualitas produk," katanya.

Rawing menambahkan bahwa dukungan pemerintah sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan ini.

"Kami percaya bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru akan memberikan perhatian khusus pada sektor ini," ujarnya.

Selain itu, GAPKI juga berharap adanya kebijakan yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

"Kelapa sawit harus menjadi komoditas yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," kata Mantan Kepala Dinas Perkebunan Kalteng ini.

Dengan berbagai tantangan dan peluang yang ada, GAPKI yakin bahwa kepemimpinan Agustiar dan Edy Pratowo akan membawa perubahan positif bagi Kalimantan Tengah.

"Kami siap bekerja sama untuk mewujudkan visi ini," tutup Rawing. (TESTI PRISCILLA/H)