PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pengurus Cabang (PC) Komite Perempuan (Kopri) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Palangka Raya bersama aliansi Cipayung Plus menggelar diskusi memperingati Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day/IWD).

Kegiatan yang melibatkan sekitar 30 peserta ini mengangkat tema perempuan, kesetaraan, dan dinamika.

Diskusi tersebut diselenggarakan di Sekretariat PMKRI, Jalan Batu Suli, Kota Palangka Raya. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Lurah Kalampangan Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, Yunita Martina, dan Ketua Forum Remaja Nasional (PKBI), Najibuddin Anshary.

Keduanya memberikan pandangan dan pengalaman mereka terkait isu perempuan dan kesetaraan gender.

Dalam pemaparannya, Yunita Martina menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan di berbagai sektor kehidupan.

Tantangan tersebut meliputi diskriminasi gender, kurangnya akses dan kesempatan, serta kekerasan terhadap perempuan di lingkungan sosial. Ia menekankan pentingnya perjuangan untuk kesetaraan gender.

"Dalam peringatan hari internasional perempuan tentunya saya berpesan Perempuan Harus Bersatu Berdaya Untuk Indonesia Lebih Maju," katanya, Selasa, 11 Mei 2025.

Yunita Martina juga memaparkan pentingnya kesadaran dan upaya untuk mengatasi ketidaksetaraan gender. Dengan meningkatnya kesadaran dan upaya tersebut, perempuan dapat meningkatkan kemampuan dan kesempatan mereka untuk mencapai tujuan dan impian.

"Saya mengajak semua pihak untuk terus memperjuangkan hak-hak perempuan dan meningkatkan kesadaran tentang kesetaraan gender," pungkasnya. (PATHUR/H)