BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi I DPRD Palangka Raya, Mukarramah mengimbau agar Pemko dan masyarakat melakukan antisipasi cuaca ekstrem.
Hal ini dianggapnya sangat penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi banjir, kebakaran hutan dan lahan serta angin kencang.
"Langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat melakukan pembersihan drainase dan sungai untuk memastikan saluran air berfungsi dengan baik agar tidak terjadi genangan menyebabkan banjir," katanya, Selasa, 11 Maret 2025.
Kemudian melakukan monitoring mengawasi titik rawan kebakaran terutama di lahan gambut serta meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pembakaran lahan ilegal. "Sediakan sumber air dan alat pemadam kebakaran di wilayah rawan," anjurnya.
Sedangkan untuk mengurangi risiko pohon tumbang akibat angin kencang yang dapat membahayakan warga dan kendaraan, lakukan pemangkasan terutama bagi pohon yang rawan tumbang maupun sudah lapuk.
"Pemerintah Kota Palangka Raya melalui dinas gencar memberikan informasi cuaca dari BMKG, agar masyarakat bisa lebih siap menghadapi kondisi cuaca," terangnya.
Ia juga membutuhkan kerja sama antara Pemko Palangka Raya, BPBD, TNI/Polri, relawan, serta masyarakat agar mitigasi bencana bisa berjalan dengan baik. (MARINI/R)









