JAKARTA –

BORNEONEWS, Washington - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan posisi Kyiv dalam perundingannya dengan Amerika Serikat di Arab Saudi, Selasa, akan "sepenuhnya konstruktif."

"Saya mengakui upaya Putra Mahkota dalam mempercepat upaya perdamaian yang sejati. Arab Saudi menyediakan platform penting untuk diplomasi, dan kami menghargai ini," kata Zelenskyy di platform X, Senin, menyusul pertemuannya dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Zelenskyy saat ini berada di Kota Jeddah, Arab Saudi, menjelang pembicaraan antara pejabat AS dan Ukraina tentang cara mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

"Posisi Ukraina dalam perundingan ini akan sepenuhnya konstruktif," katanya, sembari berharap ada "hasil yang praktis."

Sembari menekankan pertemuannya yang berlangsung baik dengan putra mahkota, Zelenskyy mengatakan mereka membahas semua isu utama dalam agenda, baik masalah bilateral maupun kerja sama dengan mitra lain.

"Bersama Putra Mahkota, kami telah berdiskusi secara rinci tentang langkah-langkah dan kondisi yang dibutuhkan untuk mengakhiri perang dan mengamankan perdamaian yang dapat diandalkan dan abadi."

"Saya secara khusus menekankan isu pembebasan tahanan dan pengembalian anak-anak kami, yang dapat menjadi langkah kunci dalam membangun kepercayaan dalam upaya diplomatik," katanya menambahkan.

Terkait jaminan keamanan, Zelenskyy, yang sempat bersitegang dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih bulan lalu,  mengatakan Kyiv menghargai kesiapan Arab Saudi untuk memperluas kerja sama ekonomi dan berinvestasi di Ukraina.

AS di bawah pemerintahan Trump menyerukan diakhirinya pertempuran di Ukraina, terlibat langsung dalam mencari upaya damai di Ukraina dengan Rusia, dan menghentikan bantuan militer dan berbagi informasi intelijen dengan Kyiv.

Sementara itu, Arab Saudi juga sebelumnya menjadi tuan rumah bagi perundingan antara Moskow dan Washington bulan lalu.

Sumber: Anadolu-OANA-ANTARA