PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya  - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran mendukung Universitas Palangka Raya (UPR) membuka prodi pendidikan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgin) atau yang dikenal dengan spesialis kandungan.

"Bersama-sama kita dukung upaya pengembangan yang dilakukan UPR ini," kata Agustiar di Palangka Raya, Selasa, 11 Maret 2025.

Hal itu Agustiar sampaikan dalam pertemuannya bersama Rektor UPR Salampak beserta jajaran. Dalam pertemuan ini salah satunya dipaparkan tentang rencana pembukaan prodi pendidikan dokter spesialis obgin oleh UPR.

Obstetri dan ginekologi merupakan cabang ilmu kedokteran berkaitan dengan kesehatan reproduksi wanita. Obstetri berfokus pada kehamilan dan persalinan, sedangkan ginekologi berfokus pada organ reproduksi wanita.

Adanya prodi pendidikan spesialis obgin di UPR diharap semakin membantu menghasilkan dokter-dokter spesialis kandungan handal di Kalimantan Tengah, dalam rangka menghadirkan layanan kesehatan yang makin prima di tengah masyarakat.

Hal ini juga sejalan dengan misi pembangunan yang diusung Gubernur Agustiar Sabran, baik pada sektor pendidikan maupun kesehatan.

"Pendidikan ingin terus kami pacu sehingga menghasilkan SDM unggul dan berdaya saing, serta di sisi lain menghadirkan pelayanan kesehatan berkualitas dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat," terangnya.

Rektor UPR Salampak menyambut baik kedatangan Gubernur Kalteng Agustiar, termasuk dukungan yang diberikan terhadap kemajuan dunia pendidikan di Kalimantan Tengah.

Salampak menjelaskan, fokus terhadap spesialis obgin atau kandungan karena isu kematian ibu dan anak hingga saat ini merupakan masalah kesehatan yang penting untuk ditangani di Indonesia.

"Salah satunya adalah bagaimana kita menyiapkan dokter-dokter spesialis ini di Kalimantan Tengah. Jadi kita membuka program spesialis obgin (kandungan) kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Unpad sebagai pengampu," tuturnya.

Adapun pelaksanaan prodi pendidikan dokter spesialis obstetri dan ginekologi UPR ini dimulai 2025 saat tahun ajaran baru mendatang.