KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah (Kalteng), Jaya S Monong menyatakan bersama Wakil Bupati Efrensia L.P Umbing telah menyusun visi misi yang akan diselaraskan dengan visi misi Presiden Prabowo Subianto.

“Visi kami dalam masa kepemimpinan lima tahun ke depan adalah mewujudkan Kabupaten Gunung Mas yang berkelanjutan, maju, berdaya saing, sejahtera, dan mandiri,” ucapnya saat rapat paripurna di Kuala Kurun, Rabu, 12 Maret 2025.

Sedangkan untuk misi adalah peningkatan pembangunan infrastruktur wilayah yang terintegrasi dan berkelanjutan, lalu peningkatan kualitas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berbudaya, dan berdaya saing.

Misi lainnya adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif atau dapat dinikmati dan diakses oleh seluruh kalangan serta peningkatan reformasi birokrasi.

Visi misi tadi, kata dia, akan disempurnakan dan dituangkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Gunung Mas 2025-2029 dan disahkan melalui peraturan daerah.

Di sisi lain visi Presiden RI dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yakni Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas Tahun 2045.

Adapun untuk misi terdiri dari delapan yang biasa dikenal dengan sebutan AstaCita, yang telah disahkan melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

“Penyempurnaan dan penyelarasan nantinya, terutama terhadap tujuan, sasaran, program dan kegiatannya, serta target capaian yang akan kita rencanakan dalam lima tahun ke depan,” bebernya.

Lebih lanjut mengawali masa jabatan pada periode kedua, Jaya-Efrensia juga telah menyusun program 100 hari yang telah disampaikan usai keduanya dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas pada 20 Februari 2025.

Program 100 hari kerja berfokus pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, dirancang untuk memberi dampak nyata dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, serta telah diselaraskan dengan delapan program hasil terbaik cepat Presiden RI.

Beberapa program yang dimaksud antara lain bedah rumah, penanganan jalan kabupaten, beasiswa tepat sasaran, optimalisasi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran, optimalisasi jaminan kesehatan dan jaminan sosial, serta peningkatan disiplin ASN.

Untuk memastikan program 100 hari berjalan sesuai rencana, ia menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah terkait agar fokus, dan melakukan koordinasi lintas sektor secara intensif sesuai tahapan yang telah direncanakan.

“Selain itu monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap tahapan dan target capaian harus dilakukan,” kata Jaya.