PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui Program Serapan Gabah (Sergab).  Kerja sama antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim dan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang (KC) Kotim menghasilkan penyerapan gabah perdana di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, belum lama ini. 

"Penyerapan gabah ini menjadi angin segar bagi petani yang selama ini menghadapi fluktuasi harga," kata Kepala DPKP Kotim, Sepnita, Rabu, 12 Maret 2025.

Sergab yang dilakukan oleh Bulog Kotim tersebut dilakukan perdana di Desa Lampu yang Kecamatan Teluk Sampit, Senin (10 Maret 2025). Sepnita menyebut dari lahan seluas 3,5 hektare, Bulog menyerap 14.300 kilogram Gabah Kering Panen (GKP) dari dua kelompok tani, Brigade Pangan Bedidih Bersatu sebanyak 7.300 kg dan Brigade Pangan Gemuk Sari Mandiri sebanyak 7.000 kg. 

"Untuk harganya sendiri, sesuai dengan ketetapan pemerintah pusat yaitu Rp6.500 per kilogram. Sehingga total transaksi mencapai Rp92.950.000," sebutnya. 

Ia mengungkapkan harga tersebut  jauh lebih tinggi dibandingkan harga pasaran sebelumnya yang hanya berkisar Rp4.500–Rp5.500 per kilogram.

--page

Ia menjelaskan bahwa Sergab bertujuan untuk menstabilkan harga gabah dan mengurangi ketergantungan petani pada tengkulak. 

"Dengan kepastian harga dari Bulog, petani terbebas dari permainan harga yang merugikan," ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa mekanisme pembayaran yang cepat dan transparan juga menjadi keuntungan bagi petani.  Bulog langsung melakukan pembayaran di tempat setelah panen, tanpa menunggu lama seperti saat menjual kepada tengkulak.  

Pihaknya berharap dengan harga gabah yang lebih baik dan sistem pembayaran yang efisien telah meningkatkan semangat para petani untuk mengolah lahan dan meningkatkan produksi gabah berkualitas.  Program Sergab ini merupakan langkah nyata pemerintah Kotim dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

"Langsung pihak Bulog dihubungi Kepala BPP setempat kapan panen, dan bayar di tempat oleh Bulog. Sehingga petani bisa langsung merasakan  produksi padinya," tutupnya. (DEVIANA/Y)