BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur, Putu Sudarsana mengingatkan kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang menangani pembangunan Kebun Raya Sampit untuk mengerjakan dengan benar agar tidak mangkrak.
“Kalau melaksanakan kegiatan jangan setengah-setengah, harus tuntas. Kalau setengah-setengah tidak akan terlihat hasilnya atau manfaatnya,” kata Putu Sudarsana, baru-baru ini.
Meski pembangunan Kebun Raya Sampit dengan luas 607 hektare itu menelan biaya cukup besar. Program itu jangan sampai mangkrak atau terhenti, sebab sudah ada anggaran yang keluar untuk pembangunan Kebun Raya Sampit tersebut, salah satunya dana untuk pembuatan master plan yang kisarannya sebesar Rp450 juta.
Apabila pembangunan Kebun Raya Sampit ini terhenti, maka ada celah atau ruang untuk bersentuhan dengan masalah hukum. Karena sudah ada uang Negara yang keluar untuk program tersebut.
Pembangunan Kebun Raya Sampit ini direkomendasikan dilaksanakan dalam tiga tahapan. Masing-masing tahap dilaksanakan maksimal lima tahun. Tahap pertama, tahap persiapan dan menitikberatkan pengembangan kebun raya pada tahap persiapan dan zona lokasi.
Tahap kedua yakni menitikberatkan pengembangan kebun raya pada zona penerima dan zona pengelola. Sedangkan tahap ketiga yakni pengembangan kebun raya pada pemenuhan kelengkapan zona pengelola, zona rekreasi, serta prasarana dan sarana umum.
Program pembangunan Kebun raya Sampit ini sudah matang direncakan pemkab Kotim. Namun persoalan lainnya adalah apabila ada pergantian kepala dinas yang menangani program ini, apakah itu akan dilanjutkan.
“Meskipun kepala dinasnya ganti, jangan sampai programnya mangkrak. Biasanya alasannya karena tidak mengikuti program ini dari awal dan tidak paham persoalannya. Sebab, itu memangh kepala dinas yang menggantikannya adalah yang paham tentang program ini,” katanya.
Sebab, program ini melibatkan banyak SKPD, diantaranya, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Lingkungan Hidup, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang, dan Kecamatan Kotabesi.
Untuk itu, Putu meminta SKPD yang terlibat dalam program ini bersinergi, sehingga program yang menelan anggaran hingga Rp1,4 triliun tersebut berjalan lancar dan sesuai rencana.
Pembangunan Kebun raya Sampit ini sangat strategis karena proyeksi ke depan Kabupaten Kotim akan terjadi pemekaran. Yaitu daerah Utara Kotim akan menjadi Koatawaringin Utara. Dengan adanya pemekaran tersebut maka praktis tidak ada lagi pemasukan dari sektor perkebunan dan pertambangan, sebab dua sektor itu sebagian besar berada di Utara Kotim. Sehingga katanya, Kotim akan lebih fokus pada sektor jasa dan pariwisata. Salah satunya membangunan Kebun Raya Sampit.
“Meskipun kita sudah siapkan kawasan industry di kawasan pelabuhan bagendang, namun sektor pariwisata harus terus kita genjot,” terangnya. (RAFIUDIN/m)








