BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan, menekankan pentingnya penataan bantaran Sungai Kahayan tidak menimbulkan konflik dikemudian hari.
Ia juga mengapresiasi upaya Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya dalam mempercantik wajah kota melalui penataan tersebut.
Namun, Yudhi mengusulkan agar pendekatan yang dilakukan bersifat holistik, melibatkan masyarakat setempat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan.
"Sungai Kahayan memiliki peran penting bagi masyarakat Palangka Raya, tidak hanya sebagai sumber daya air dan potensi perikanan, tetapi juga sebagai prasarana transportasi dan pusat aktivitas sosial-ekonomi. Untuk itu, sebelum dilakukan penataan lakukan sosialisasi atau pendekatan terhadap masyarakat setempat," ujarnya, Kamis, 13 Maret 2025.
Lanjutnya, berdasarkan realita dilapangan aktivitas seperti nelayan yang menangkap ikan, penggunaan perahu kecil (kelotok) dan kapal bermotor untuk mengangkut penumpang dan barang, serta keberadaan rumah-rumah lanting di sepanjang alur sungai menunjukkan betapa vitalnya sungai ini dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
"Penataan bantaran sungai yang tidak memperhatikan aspek sosial dan budaya. Namun, harus ada upaya mencegah konflik dengan masyarakat setempat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan penataan, untuk memastikan bahwa kebutuhan dan kepentingan mereka terakomodasi dengan baik," anjurnya.
Dengan demikian, diharapkannya penataan bantaran Sungai Kahayan dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan estetika kota tanpa mengorbankan kesejahteraan dan kearifan lokal masyarakat setempat. (MARINI/H)









