SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit Nadine Ayasha mengatakan fenomena La Nina lemah menjadi pemicu meningkatnya intensitas hujan di wilayah Kotawaringin Timur (Kotim) hingga akhir Maret 2025. 

Berdasarkan buletin informasi peringatan dini cuaca dan iklim dasarian Provinsi Kalimantan Tengah, anomali suhu permukaan laut di fase Nino 3.4 menunjukkan indeks minus 0,08.

Kondisi ini mengindikasikan adanya La Nina lemah yang mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di Indonesia.

"Karena pengaruh La Nina lemah, belakangan ini curah hujan di Kotim cukup tinggi. Saat ini kita sedang dalam transisi menuju fase netral dari La Nina lemah, yang berpotensi menyebabkan hujan lebat di beberapa wilayah, menimbulkan genangan, dan berisiko banjir," kata Nadine, Kamis, 13 Maret 2025.

BMKG memprediksi potensi hujan akan terjadi merata di seluruh wilayah Kotim, biasanya turun pada siang hingga malam hari.

Warga diminta untuk tetap waspada terhadap hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, karena dapat mempengaruhi aktivitas harian dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

Prakiraan cuaca Kotim dalam beberapa hari ke depan yaitu pada 14-16 Maret 2025 berpotensi hujan dengan intensitas sedang dan 17-18 Maret 2025 berpotensi hujan sedang hingga lebat.

Dengan kondisi cuaca yang cenderung basah ini, masyarakat diimbau untuk mengantisipasi kemungkinan banjir, khususnya di wilayah-wilayah rawan genangan. 

"Saya ingatkan masyarakat untuk waspada hujan lebat disertai Guntur karena dapat mempengaruhi aktivitas," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)