SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengapresiasi meningkatnya kesadaran pedagang takjil terhadap keamanan pangan.

Hal ini terungkap setelah Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya melakukan pengawasan dan pengujian terhadap sejumlah sampel takjil di Sampit.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kotim, Abdurahman, menyatakan bahwa seluruh sampel takjil yang diuji secara acak oleh BBPOM pada Rabu (12/3) antara pukul 13.00 hingga 16.00 WIB dinyatakan memenuhi syarat dan bebas dari bahan berbahaya.

"Ini tren positif yang menunjukkan kesadaran pedagang dalam menggunakan bahan tambahan pangan yang aman semakin meningkat," jelasnya.

Abdurahman berharap tren positif ini berlanjut, sehingga masyarakat Kotim dapat menikmati takjil Ramadan dengan aman dan terjamin kualitasnya.  

Ia juga mengimbau agar pedagang mempertahankan kebiasaan baik dalam mengolah dan menjual makanan. Masyarakat tetap selektif dalam memilih makanan dan menghindari produk yang mencurigakan.

"Pengawasan pangan akan terus dilakukan secara terutama selama momen-momen penting seperti Ramadan. Upaya ini bertujuan untuk menjaga kualitas pangan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat," tutupnya. (DEVIANA/R)