BORNEONEWS, Sampit – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya, Kalimantan Tengah, meningkatkan pengawasan keamanan pangan selama Ramadan. Tim BBPOM menggunakan mobil laboratorium keliling untuk memeriksa takjil yang dijual di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
"Kami telah melakukan pemantauan terhadap takjil yang dijual di tiga pasar Ramadan di Sampit. Kegiatan tersebut kami laksanakan pada Rabu (12 Maret 2025)," ucap Ketua Tim Kerja Informasi dan Komunikasi BBPOM Palangka Raya Astry Talenta Betharia, Kamis, 13 September 2025.
Ia mengungkapkan pihaknya menyasar tiga lokasi penjualan takjil utama di Sampit seperti Pasar Al Kamal, Pasar Keramat, dan Pasar Wadai/Pasar Ramadan di Taman Kota Sampit. Sebanyak 25 sampel makanan dan minuman, termasuk kudapan, gorengan, pempek, jajanan pasar, dan minuman berwarna merah, diambil dan diuji secara cepat untuk mendeteksi boraks, formalin, rhodamin B, dan methanyl yellow.
"Hasilnya bagus. Seluruh sampel dinyatakan memenuhi syarat (MS) dan bebas dari empat bahan berbahaya tersebut," ucapnya.
Asty mengungkapkan BBPOM langsung memasang stiker pada lapak pedagang yang menyatakan produk mereka aman dikonsumsi. Langkah ini bertujuan memberikan transparansi dan rasa aman kepada masyarakat.
"Ini indikasi positif bahwa pedagang semakin sadar akan pentingnya keamanan pangan," ujar Astry.
Selain pengujian, tim BBPOM juga memberikan edukasi kepada para pedagang tentang praktik penanganan pangan yang aman, termasuk menjaga kebersihan, mencuci peralatan, dan menghindari penggunaan bahan berbahaya.
Mereka juga diberi arahan untuk tidak menggunakan wadah bekas, menutup makanan saat disajikan, dan tidak menggunakan kertas koran sebagai pembungkus makanan karena risiko cemaran kimia dari tinta.
"Banyak pedagang yang langsung mengganti kertas koran setelah mendapat edukasi, menunjukkan respon positif terhadap imbauan itu," pungkasnya. (DEVIANA/j)









