BORNEONEWS, Muara Teweh - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah, menerima penghargaan nasional dari BPJS Kesehatan. Penghargaan tersebut diberikan kepada RSUD Muara Teweh karena berkomitmen dalam memberikan pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Penghargaan tersebut diserahkan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris dan diterima Direktur RSUD Muara Teweh drg Dwi Agus Sejitowati saat pembukaan pertemuan Nasional Manajemen Rumah Sakit yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta Pusat, Rabu malam (28/9). Pemberian penghargaan kepada RSUD Muara Teweh ini berdasarkan hasil penilaian peserta JKN-KIS melalui instrumen Walk Through Audit (WTA).
Direktur RSUD Muara Teweh, Dwi Agus Setijowati yang dihubungi melalui telepon selular, Minggu (2/10/2016) mengatakan, saat Bupati Barito Utara, H Nadalsyah dan Wakil Bupati Barut, Ompie Herby mencalon sebagai Bupati dan Wakil Bupati, telah berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat.
“Pemikiran beliau sangat panjang, masyarakat Barito Utara yang belum punya kartu BPJS langsung di backup Bupati. Jadi dalam mengejar pemikiran Bupati H Nadalsyah ini saya ikut berlari. Dan saya juga kaget kenapa RSUD Muara Teweh ini dijadikan pilihan oleh BPJS Kesehatan untuk menerima penghargaan tersebut,” kata Dwi Agus.
Menurutnya, pemikiran panjang Bupati Barito Utara, H Nadalsyah itu, RSUD Muara Teweh menerima penghargaan dari BPJS Kesehatan. Pasalnya semua warga kurang mampu di Kabupaten Barito Utara ini diberikan jaminan kesehatan yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui BPJS Kesehatan.
Dwi Agus bangga menjadi salah satu karyawan di RSUD Muara Teweh. “Kebanggan yang saya miliki itu, saya tularkan semua anak-anak saya dan karyawan di RSUD Muara Teweh,” katanya.
“Kebanggan yang di tularkan kepada karyawan RSUD itu agar menjaga profesionalisme pelayanan, peningkatan mutu pelayanan. Dan untuk mempertahankan penghargaan yang diberikan BPJS Kesehatan kepada RSUD, kami akan memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat Barito Utara,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Barito Utara H Nadalsyah mengungkapkan, sebagai wujud komitmen bersama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab Barut) dengan BPJS Kesehatan telah melakukan kerja sama. Yaitu dengan mendaftarkan penduduknya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dibiayai APBD.
Bahkan, Kabupaten Barito Utara siap menuju total coverage jaminan kesehatan penduduk Kabupaten Barito Utara tahun 2017. “Sampai dengan Juli 2016, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan untuk Kabupaten Barito Utara, sebanyak 95.862 jiwa atau 76 persen, dari total penduduk di Kabupaten Barito Utara sekitar 126.494 jiwa,” papar bupati yang akrab disapa H Koyem ini, Sabtu (1/10).
Untuk diketahui, RSUD Muara Teweh salah satu dari 12 Rumah Sakit (RS) penerima penghargaan yang diberikan BPJS Kesehatan. Adapun rumah sakit memperoleh penghargaan diantaranya RS Royal Prima (Medan), RSUP Dr Kariadi (Semarang), RSU William Booth (Surabaya), RS Islam Arafah (Jambi), RS Siti Khadijah (Palembang), RS Sari Asih Karawaci (Tangerang), RSUD Majalaya (Soreang), RSUD Muara Teweh (Barito Utara), RS Tingkat II Pelamonia Kesdam VII (Makassar), RSUD Undata (Palu), RSUD Kota Mataram (Mataram) dan RSU Mardo Waluyo (Metro). (RAMADANI/N).








