PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Banjir kembali melanda Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Setidaknya bencana ini merendam 389 rumah dan 3.923 jiwa terdampak.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap dampak banjir yang terjadi pada Jumat, 14 Maret 2025. Berdasarkan data yang dihimpun hingga pagi hari ini, banjir telah merendam sejumlah wilayah di kota tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, melaporkan bahwa banjir telah melanda 4 kecamatan, 14 kelurahan, dan mengakibatkan 389 rumah terendam.

Sebanyak 1.736 kepala keluarga (KK) atau 3.923 jiwa terdampak banjir tersebut. Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah yang paling terdampak dengan 1.027 KK terdampak, diikuti Kecamatan Pahandut (456 KK), Bukit Batu (132 KK), dan Sebangau (119 KK).

Heri Fauzi menjelaskan bahwa kenaikan debit air di berbagai wilayah terdampak bervariasi. Kenaikan debit air terpantau mulai dari 5 sentimeter hingga 20 sentimeter.

"Tim di lapangan terus melakukan pemantauan untuk memastikan perkembangan situasi banjir," ungkapnya.

BPBD Palangka Raya saat ini tengah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan yang terdampak banjir untuk melakukan upaya penanganan dan penanggulangan. Koordinasi tersebut bertujuan untuk memastikan bantuan dan dukungan yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak dapat segera disalurkan.

Upaya penanganan yang dilakukan meliputi pendataan warga terdampak, BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya untuk mendukung upaya penanganan banjir.

BPBD Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi banjir susulan.

"Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti arahan dan informasi dari pihak berwenang serta melaporkan jika terjadi hal-hal yang perlu ditangani," pungkasnya. (PATHUR/j)