BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Komisi II DPRD Palangka Raya, Sumadi mendorong Pemko untuk mengawasi serta menjaga stabilitas harga dan kualitas beras saat bulan puasa dan Idul Fitri 2025.
"Pemantauan stok, harga, serta kualitas beras di pasar dan ritel perbelanjaan di masyarakat sangat penting agar konsumen tetap mendapatkan beras dengan harga yang wajar dan kualitas yang layak konsumsi," katanya, Jumat, 14 Maret 2025.
Pengawasan ini bisa mencegah beredarnya beras yang tidak layak konsumsi, yang berpotensi merugikan kesehatan masyarakat.
Sebagai contoh busuk, bisa menyebabkan spekulasi dan permainan harga yang dapat merugikan konsumen dan menciptakan ketidakstabilan pasar.
"Diharapkan Pemko dapat bekerja sama dengan dinas dan pelaku usaha untuk memastikan distribusi beras berjalan lancar tanpa adanya spekulasi harga yang merugikan konsumen," ujarnya.
Dia menganjurkan agar Pemko memberikan sanksi kepada pedagang yang menjual beras berkualitas buruk atau beras oplosan yang bisa merugikan konsumen serta mengawasi distribusi dan mencegah penimbunan beras oleh spekulan yang bisa merugikan konsumen.
"Hal ini sebagai upaya kita bersama dalam menjaga stabilitas harga dan kualitas beras sehingga tidak ada gejolak yang merugikan semua pihak, terutama saat bulan puasa dan Idul Fitri," pungkasnya. (MARINI/R)









