BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda menegaskan bahwa refocusing APBD 2025 tidak akan berdampak signifikan terhadap program pemerintah.
Refocusing sebagaimana arahan pemerintah pusat ini dilakukan sebagai langkah efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Refocusing yang kita lakukan adalah untuk efisiensi, sehingga dengan adanya pemangkasan, struktur APBD mengalami perubahan walaupun tidak terlalu signifikan. Karena angkanya tidak terlalu besar, kurang lebih sekitar Rp80 miliar," ujar Bupati Seruyan, Jumat, 14 Maret 2025.
Ia menjelaskan bahwa refocusing anggaran merupakan proses peninjauan ulang struktur APBD Kabupaten Seruyan Tahun Anggaran 2025.
Penyesuaian ini dilakukan berdasarkan hasil penyisiran terhadap berbagai pos anggaran dengan prinsip efisiensi, tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik maupun pembangunan di sektor-sektor tertentu.
Bupati menegaskan bahwa anggaran yang dipangkas adalah yang sifatnya kurang mendesak dan tidak menyentuh kebutuhan masyarakat.
"Kegiatan seperti perjalanan dinas, pertemuan, biaya support acara, kegiatan seremonial, konsumsi acara, serta pos-pos yang tidak mendesak dan penting kita sisir hingga ke satuan terkecil untuk kita geser," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dari penyisiran pada pos pos anggaran, ada kegiatan-kegiatan yang memakan biaya cukup besar tetapi kurang penting, kurang strategis, dan tidak menyentuh kepentingan masyarakat secara langsung. Pos-pos inilah yang menjadi prioritas pemangkasan
Saat ini proses refocusing APBD 2025 masih berlangsung. Bupati menegaskan bahwa hasil akhir dari proses ini akan disampaikan secara transparan kepada masyarakat.
"Nantinya hasil akhirnya akan disampaikan ke publik agar masyarakat tahu apa saja yang kita lakukan pemangkasan," tambahnya.
Bupati Seruyan menekankan bahwa efisiensi merupakan langkah yang harus dilakukan untuk memastikan penggunaan dana yang baik, benar, bertanggung jawab, serta berdampak positif bagi masyarakat Kabupaten Seruyan.
Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah daerah berharap bisa mengoptimalkan penggunaan anggaran tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat dan tetap mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Seruyan. (FAHRUL/R)









