BORNEONEWS, Palangka Raya - Program Wakaf Uang untuk mendukung pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang dijalankan oleh Bank Indonesia (BI) Kalteng dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) merupakan langkah positif dalam meningkatkan akses dan kualitas sumber daya manusia unggul.
Melalui pernyataan, Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias, menyampaikan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara BI dengan Kementerian Agama (Kemenag), Badan Wakaf Indonesia (BWI), serta berbagai lembaga wakaf lainnya.
"Dana yang dihimpun dari wakaf uang ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pendidikan, seperti beasiswa bagi siswa kurang mampu, pembangunan fasilitas sekolah, serta peningkatan mutu tenaga pengajar," katanya, Jumat, 14 Maret 2024.
Serta katanya untuk mendukung ekonomi dan keuangan syariah yang memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk di Kalteng.
"Dengan prinsip-prinsipnya yang berbasis keadilan, transparansi, dan kesejahteraan bersama, ekonomi syariah dapat menjadi solusi bagi inklusi keuangan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama UMKM dan sektor-sektor produktif lainnya," tuturnya.
Menurut data tahun lalu, ujar Yuliansah survei literasi ekonomi dan keuangan syariah berada di angka 2,8 dari skala 5, yang menunjukkan bahwa masih ada tantangan besar dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sistem keuangan syariah.
"Namun, hal ini juga menjadi peluang untuk terus mendorong edukasi dan sosialisasi, baik melalui program pemerintah, dukungan dari BI Kalteng, maupun kerja sama dengan lembaga keuangan syariah untuk mendukung pendidikan di Kalimantan Tengah," tutupnya. (MARINI/H)









