BORNEONEWS, Kobar - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Bambang Purwanto meminta evaluasi total semua peralatan pemadam kebakaran di PT. Energi Eksploitasi Indonesia (EEI), PLTU Kumai, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Kondisi peralatan keamanan pemadam kebakaran di PLTU yang tidak berfungsi, perlu mendapat perhatian serius. Manajemen PTLU Kumai jangan menganggap remeh permasalahan tersebut. 


" Saya sudah minta ke PLTU untuk melakukan evaluasi terhadap peralatan pemadam kebakaran, selain itu SDM wajib dilatih untuk penanganan kebakaran, saya lihat ada pembiaran terhadap peralatan yang tidak berfungsi dan persyaratan itu harus dipenuhi," kata Bupati Kobar, Bambang Purwanto, Minggu (2/10/2016).


Terkait dengan peralatan apa saja yang perlu di penuhi oleh PT EEI, bupati mengatakan kalau PT EEI tidak bisa menyediakan mobil tangki bisa menjadi alternatif adalah dengan peralatan pemadam portable dengan mesin diesel, hal ini mempertimbangkan karena PLTU lokasinya berdekatan dengan perairan Kumai. "Mereka kan hanya punya APAR itu, portable pun enggak punya jadi harus dilengkapi," tegas dia.


Dan ia mengharapkan kepada PT EEI PLTU Kumai agar sudah saatnya membuka diri kepada semua pihak untuk mendapatkan informasi bukan saja kepada pers tetapi kepada semua pihak yang berkepentingan.

" Sudah saat mereka membuka diri, karena mereka ini kan penyedia listrik bagi seluruh warga Kobar, jadi informasi harus sampai kepada masyarakat jangan ada yang ditutupi," pinta bupati.


Tahap Penyelidikan


Sementara itu, Polsek Kumai sudah memanggil beberapa saksi dari PLTU Kumai untuk dimintai keterangan terkait peristiwa kebakaran termasuk pegawai bagian mekanik PT.EEI PLTU Kumai untuk pengembangan penyelidikan, namun ditegaskan bahwa tidak ada indikasi unsur kesengajaan terhadap peristiwa tersebut.

" Untuk penyebabnya kita tidak bisa menyimpulkan karena harus berdasarkan hasil labfor," kata Kapolsek Kumai, AKP Hendri, Minggu (2/10/2016). 


Sebelumnya, Manager PLTU Kumai, Darmawan menjelaskan bahwa penyebab kebakaran berasal dari batu bara yang menempel di dinding yang menimbulkan percikan api dan mengenai conveyor. Ia juga menegaskan bahwa batu bara dapat menimbulkan percikan api dengan sendirinya dan di duga hal itulah yang menjadi penyebab kebakaran tersebut. (KOKO SULISTYO/N).