BORNEONEWS, Palangka Raya – Banjir melanda Kota Palangka Raya akibat luapan Sungai Kahayan, Sungai Rungan, dan Sungai Sabangau. Berdasarkan data dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, sebanyak 15 dari 30 kelurahan di kota tersebut terendam banjir.
Kelurahan yang terdampak banjir meliputi Tumbang Tahai, Marang, Sei Gohong, Palangka, Bukit Tunggal, Petuk Katimpun, Tumbang Rungan, Pahandut Seberang, Pahandut, Tanjung Pinang, Langkai, Danau Tundai, Kalampangan, Kameloh Baru, dan Bereng Bengkel.
"Kondisi air dilaporkan terus mengalami kenaikan, dengan peningkatan ketinggian air antara 5 hingga 20 sentimeter, hal ini menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya dampak banjir," katanya, Sabtu, 15 Maret 2025.
Banjir tersebut telah merendam 663 rumah, mengakibatkan 2.841 kepala keluarga (KK) terdampak, dan sebanyak 6.463 jiwa terdampak. Kondisi ini tentu menimbulkan kesulitan bagi warga yang terdampak, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
BPBD Palangka Raya saat ini tengah fokus pada beberapa kegiatan untuk menanggulangi dampak banjir.
Kegiatan tersebut antara lain melaksanakan kegiatan rutin administrasi pelaporan, pengendalian dan pengoperasian petugas piket, monitoring dan koordinasi dengan dinas/instansi terkait, evakuasi warga terdampak, serta pemantauan dan monitoring di kecamatan dan kelurahan yang terdampak.
Pemantauan dan monitoring kondisi banjir dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi, meliputi call center, radio komunikasi repeater VHF, dan media sosial.
Hal ini dilakukan untuk memastikan respon yang cepat dan tepat terhadap perkembangan situasi di lapangan. Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber tersebut akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan penentuan langkah-langkah selanjutnya.
BPBD Palangka Raya terus berupaya maksimal dalam menangani bencana banjir ini. Mereka berharap agar situasi dapat segera terkendali dan warga terdampak dapat segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
"Koordinasi dan kerja sama yang baik antara BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi dan mengatasi dampak banjir ini," pungkasnya. (PATHUR/H)









