PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekretaris Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, menyampaikan harapannya agar 193 kampung proklim yang ada di Kalteng memiliki kapasitas yang memadai dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Perubahan iklim merupakan tantangan global yang juga berdampak signifikan di Indonesia, khususnya di Kalteng. Kampung proklim diharapkan menjadi garda terdepan dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim di tingkat lokal.

Junaidi menjelaskan bahwa keberadaan kampung proklim merupakan langkah strategis dalam upaya penanggulangan perubahan iklim.

"Kampung proklim diharapkan mampu menerapkan berbagai strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim secara efektif," katanya, Sabtu, 15 Maret 2025.

Mitigasi perubahan iklim meliputi upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, sementara adaptasi perubahan iklim meliputi upaya untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim.

Junaidi berharap agar pemerintah daerah dan instansi terkait dapat memberikan dukungan penuh terhadap program kampung proklim. Dukungan tersebut meliputi penyediaan pendanaan, pelatihan, dan teknologi yang dibutuhkan. Kerjasama dan koordinasi antar pihak juga sangat penting untuk memastikan keberhasilan program ini.

Dengan kapasitas yang memadai, 193 kampung proklim di Kalteng diharapkan dapat menjadi contoh dan inspirator bagi daerah lain dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.  

"Keberhasilan program ini akan berkontribusi pada upaya Indonesia dalam mengurangi dampak perubahan iklim di tingkat global," pungkasnya. (PATHUR/H)