BORNEONEWS, Kotim - Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi mengancam melarang aktivitas jual beli para pedagang kali lima (PKL) yang bandel karena enggan menjaga kebersihan. Terutama yang berjualan di atas trotoar seperti di dekat Taman Kota Sampit, dan di beberapa titik di Kota Sampit.
“Kalau habis berjualan tidak dibersihkan juga sampahnya, maka saya akan bersikap tegas, terpaksa mereka harus setop jualan, karena mereka tidak bisa diajak kerjasama menjaga kebersihan,” tegas Supian Hadi, Minggu (2/10/2016).
Dia menegaskan, setiap pedagang dan masyarakat lainnya harus sadar bahwa kebersihan adalah bagian dari karakter bangsa Indonesia yang baik dan harus dipertahankan. Dia mengakui, bahwa belakangan ini kebersihan Sampit menurun, sampah masih terlihat berserakan dimana-mana terutama di parit-parit jalan protokol.
Kondisi itu juga mengakibatkan Sampit selalu banjir. Sebab, sampah rumah tangga dan botol-botol dibuang sembarangan sehingga membuat parit mampet dan mengakibatkan banjir.
“Untuk itu, kepada para PKL yang menjual di atas trotoar. Nanti kalau tidak jaga kebersihan jangan salahkan saya kalau nanti dilarang sekaligus. Jangan karena ulah satu orang semuanya tidak bisa berusaha. Tolong paguyuban atau asosiasinya memperhatikan ini kalau masih mau berjualan,” tegas Bupati dua periode ini.
Dalam berbagai kesempatan Supian Hadi terus mengingatkan para pedagang kaki lima, masyarakat dan juga pemilik toko untuk menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Bahkan politisi PDI Perjuangan Kotim ini mengeluarkan pernyataan keras, mengancam akan mencabut izin usaha dan bangunan jika pengelola toko tidak menjaga kebersihan di lingkungan toko mereka.
“Saat ini lagi digodok peraturan bupati, yakni bagi toko yang tutup tapi kalau ada sampah di depannya maka akan diberi peringatan. Kalau masih tidak digubris maka akan dicabut izinnya. Kami juga mempelajari sanksi lain yakni mencabut IMB (izin mendirikan bangunan),” katanya.
Kebijakan tegas ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah meningkatkan kebersihan Kota Sampit. Apalagi tahun ini menjadi tahun ke dua bagi Sampit gagal meraih piala Adipura sebagai kota kecil terbersih.
Tidak dipungkiri, keberadaan pertokoan, khususnya di kawasan pasar, menjadi bagian dari wajah kota berjuluk Kota Mentaya ini. Artinya kondisi kebersihan lingkungan pertokoan juga mempengaruhi kebersihan Sampit secara umum.
Lingkungan yang bersih tidak hanya menciptakan suasana nyaman, tetapi juga mampu menghindarkan masyarakat dari berbagai penyakit. Dia mencontohkan, penyakit malaria dan demam berdarah dengue adalah jenis penyakit yang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. (RAFIUDIN/N).








