BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Peristiwa tragis menimpa dua pria warga Kelurahan Candi, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat. Keduanya menjadi korban pembacokan.
Insiden pada pada Kamis, 13 Maret 2025 ini mengakibatkan luka serius pada kedua korban, yakni MG dan MM. Kedua korban harus segera mendapatkan perawatan medis. Video saat korban mendapat perawatan medis pun ramai beredar di media sosial.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.
Berdasarkan laporan yang diterima Polsek Kumai, kejadian bermula saat pelaku tiba-tiba mendatangi rumah korban dengan membawa sebilah parang.
“Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menyerang korban. Akibat MG mengalami luka bacok di lengan kiri dan telapak tangan, sementara MM mengalami luka yang lebih parah, dengan beberapa jari tangannya putus akibat sabetan parang,” kata Kapolres Kobar AKBP Yusfandi Usman melalui Kapolsek Kumai Iptu Stefanus Rentealo dalam rilisnya, Minggu, 16 Maret 2025.
Seorang saksi berinisial N (56) yang berada di lokasi kejadian melihat langsung aksi kekerasan tersebut. Menurutnya, serangan terjadi begitu cepat hingga korban tidak sempat menghindar.
Keluarga korban yang panik segera melaporkan insiden ini ke pihak kepolisian. Unit Reskrim Polsek Kumai pun segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Saat tiba di TKP, petugas menemukan barang bukti berupa celana pendek berlumuran darah serta sarung merah marun yang juga penuh bercak darah,” jelas Kapolsek.
Polisi juga segera mengevakuasi kedua korban ke Puskesmas Kumai untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga kini, identitas pelaku masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Kapolsek Kumai, IPTU Stefanus Rantealo, menegaskan bahwa pihaknya tengah berupaya mengungkap kasus ini secepat mungkin.
“Kami sudah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan melakukan pemeriksaan di TKP. Kami akan terus mendalami kasus ini untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku,” pungkasnya. (DANANG/j)









